Kegunaan Matahari Buatan China, Sediakan Energi Berlimpah
- bestprofitfuturesb
- Dec 11, 2020
- 2 min read
PT. BESTPROFIT FUTURES

Matahari buatan asal China yang diproyeksikan menjadi sumber energi masa depan diklaim memiliki banyak keuntungan. Matahari buatan ini dibuat untuk mendapat sumber energi bersih yang ramah lingkungan. Sebab, selama ini kehidupan modern mengandalkan energi karbon yang menimbulkan polusi. BESTPROFIT
Energi panas buatan yang dihasilkan oleh mesin penghasil reaksi fusi, Tokamak, bisa mencapai 150 juta derajat celcius, 15 kali lebih panas dari inti matahari.
Meski demikian, butuh waktu lama untuk ilmuan meneliti hingga menghasilkan reaksi fusi yang bisa dikomersilkan. Matahari buatan yang sempat berhasil dinyalakan oleh para peneliti China, hanya bisa bertahan selama beberapa detik. Selain itu, butuh biaya besar untuk melakukan penelitian 'matahari buatan' ini.
Namun jika berhasil, maka umat manusia tidak perlu khawatir akan kehabisan energi untuk keperluan sehari-hari. Sebabnya kita tidak perlu lagi bergantung pada energi berbahan dasar fosil yang terus berkurang jumlahnya. PT. BEST PROFIT
Reaksi fusi memiliki beberapa keuntungan sebagai berikut.
Sediakan energi berlimpah
Karena berasal dari alam, sejatinya ada banyak bahan bakar fusi untuk kebutuhan energi di bumi. GeneralFusion bahkan menyebut, bahan bakar fusi juga bisa menopang kebutuhan energi di bumi ini selama ratusan juta tahun.
Deuterium misalnya yang bisa dengan mudah didapat di permukaan tanah. Sementara isotop Hidrogen lainnya, Tritium dapat diekstraksi dari air laut.
Selain itu, reaksi fusi juga menyediakan energi empat miliar kali lebih banyak dari energi hasil reaksi kimia. Contoh energi yang didapat dari reaksi kimia adalah bahan bakar fosil dengan membakar batu bara dan minyak bumi dan gas alam. Energi yang dihasilkan reaksi fusi juga empat kali lebih besar dari reaksi fisi yang dihasilkan reaktor nuklir saat ini,seperti dilansir dari situs ITER. PT. BESTPROFIT
Sesuai Permintaan
Fusi dapat menghasilkan energi sesuai permintaan dan tidak terpengaruh oleh cuaca. Selama di wilayah tersebut tersedia unsur Hidrogen, maka reaksi fusi dilakukan.
Beberapa pembangkit listrik ramah lingkungan lain terkadang dipengaruhi cuaca untuk membuat energi, misal pembangkit tenaga angin, tenaga surya, dan air.
Ia juga aman dan tidak menghasilkan polusi, sehingga pembangkit listrik reaksi fusi bisa ditempatkan di mana saja. Tidak seperti pembangkit lain yang harus ditempatkan di lokasi tertentu, misal pembangkit tenaga angin mesti diletakkan di lokasi yang memiliki kecepatan angin tertentu.
Bebas polusi
Keuntungan pertama, fusi tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca, sehingga proses pembentukan energi nuklir ini ramah lingkungan. Ia hanya mengeluarkan zat buangan berupa helium, unsur kimia ini berbentuk gas dan tidak berbahaya.
Melansir GeneralFusion,Tim peneliti Tokamak yang tergabung dalam Reaktor Termonuklir Internasional (ITER) mengatakan, Fusi tidak mengeluarkan racun seperti karbondioksida (CO2), atau gas rumah kaca lainnya yang merusak atmosfer.
Selain itu, proses fusi tidak membutuhkan lahan yang besar untuk pengoperasiannya. Berbeda dengan teknologi pembentuk energi buatan lainnya, seperti PLTA atau PLTN yang membutuhkan lahan luas. BEST PROFIT
Energi bisa diambil dari alam
Karena proses fusi menggunakan unsur ringan Deuterium dan Tritium yang terkandung dalam hidrogen, sehingga aman digunakan. Unsur ini juga ada di sekitar manusian, dan banyak terkandung dalam air laut dan permukaan tanah.
Kemungkinan bocor minim
Sehingga reaksi fusi pada dasarnya aman dan kemungkinan kebocoran sangat minim. Adapun limbah dari kebocoran yang dihasilkan memiliki waktu peleburan yang lebih singkat. Seperti Deuterium dan Tritium yang memiliki waktu paruh 12,3 tahun.
ITER juga menyebut kecelakaan nuklir seperti Fukushima tidak mungkin terjadi dalam perangkat Tokamak.
Sebabnya, jika terjadi gangguan, plasma yang sudah terbentuk di dalam tabung akan mendingin dengan sendirinya dan reaksi akan terhenti. Ia juga tidak menimbulkan reaksi berantai yang ketika terhenti seperti dalam proses fisi.
Sumber : cnnindonesia
Comments